SMAN 1 Cireunghas Selenggarakan Pesantren Ekologi: Internalisasi Nilai Gapura Panca Waluya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan lil Alamiin

 

                                           

Onetunejabar.com Kab Sukabumi - SMAN 1 Cireunghas menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ekologi sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai karakter kepada para peserta didik. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang memadukan nilai keagamaan, kepedulian terhadap alam, serta penguatan budaya lokal. Melalui program ini, sekolah mendorong siswa untuk memahami bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia.

Pesantren Ekologi tersebut juga menjadi sarana internalisasi nilai Gapura Panca Waluya, yaitu konsep pembangunan manusia yang menekankan lima aspek utama: cageur (sehat), bageur (berakhlak baik), bener (berintegritas), pinter (cerdas), dan singer (terampil). Nilai-nilai tersebut diperkenalkan melalui berbagai kegiatan seperti kajian keislaman, refleksi lingkungan, diskusi, serta praktik langsung dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam di lingkungan sekolah.

Ernawati S.Pd M,Pd selaku kepala sekolah SMAN 1 Cireunghas

“Pesantren Ekologi dilaksanakan sebagai implementasi nilai Gapura Panca Waluya, yaitu membentuk manusia yang cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil), yang selaras dengan ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Melalui kegiatan seperti tadabbur alam, kajian ayat-ayat kauniyah, aksi bersih lingkungan, dan refleksi spiritual, peserta didik diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi tutur Ernawati S.Pd M,Pd selaku kepala sekolah SMAN 1 Cireunghas

“Dasar penyelenggaraan kegiatan ini berangkat dari kepedulian sekolah terhadap kondisi lingkungan serta pentingnya membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, berbudaya, dan berwawasan ekologis. Pesantren Ekologi diharapkan menjadi sarana pembiasaan nilai positif sehingga peserta didik mampu menjadi pribadi waluya yang memberi manfaat bagi sesama dan alam semesta tutur Ernawati S.Pd M,Pd selaku kepala sekolah SMAN 1 Cireunghas

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti berbagai rangkaian aktivitas yang bertujuan membangun kesadaran ekologis. Kegiatan seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, hingga edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam menjadi bagian dari proses pembelajaran. Para guru dan pembimbing juga menekankan bahwa manusia memiliki peran sebagai khalifah di bumi yang harus mampu merawat dan melestarikan alam sebagai amanah dari Tuhan.


Endris Rukmana, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Cireunghas

“ Kami menyelenggarakan Pesantren Ekologi 2026 sebagai ikhtiar membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berbudaya lingkungan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan kerusakan lingkungan, perubahan iklim, krisis energi, serta menurunnya kepedulian sebagian generasi muda terhadap kebersihan dan kelestarian alam. Sekolah sebagai pusat pembentukan karakter memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan yang terintegrasi dengan pendidikan spiritual dan sosial. Oleh karena itu, Pesantren Ekologi hadir sebagai ruang pembinaan karakter yang memadukan nilai keislaman, kearifan lokal, dan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Pesantren Ekologi 2026 dilaksanakan melalui pendekatan Pancaniti, yaitu Niti Harti, Niti Surti, Niti Bukti, Niti Bakti, dan Niti Sajati. Pendekatan ini menjadi kerangka pembelajaran yang utuh. Niti Harti mengajak peserta didik memahami secara mendalam makna menjaga lingkungan sebagai bagian dari iman dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Niti Surti menumbuhkan kesadaran dan empati terhadap kondisi lingkungan sekitar sekolah maupun tempat tinggal. Niti Bukti diwujudkan melalui praktik langsung dan aksi nyata. Niti Bakti menanamkan semangat pengabdian dan kepedulian sosial terhadap lingkungan. Sedangkan Niti Sajati membentuk konsistensi dan karakter sejati yang menjadikan budaya lingkungan sebagai bagian dari kepribadian siswa tutur Endris Rukmana, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Cireunghas

Melalui Pesantren Ekologi ini, SMAN 1 Cireunghas berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta berakhlak mulia. Internalisasi nilai Gapura Panca Waluya diharapkan mampu melahirkan manusia yang waluya, yakni manusia yang sehat lahir batin, berkarakter kuat, dan membawa manfaat bagi sesama serta alam semesta sebagai rahmatan lil alamin.

Siti zahra dari kelas 11.1 SMAN 1 Cireunghas

“Merasa sangat bahagia mengikuti kegiatan pesantren ekologi ini karena dengan adanya kegiatan ini saya bisa menggunakan waktu luang  di bulan ramadhan dengan baik dan bermanfaat, selain itu saya juga mendapatkan banyak ilmu dari pemateri yang menyampaikan materi seperti pentingnya menanam pohon, aksi ekologi, dan cara menghemat energi dengan baik, serta saya juga bisa menganalisis permasalahan lingkungan yg ada di sekitar sekolah maupun rumah, dengan mengikuti kegiatan pesantren ekologi ini saya bisa membuat rencana bagimana cara menyelesaikan masalah lingkungan yang ada selain itu  saya jadi lebih memahami dan mengetahui bagaimana alam bekerja untuk bumi, bagaimana alam memberikan manfaatnya untuk bumi , dan yang paling seru yaitu saya bisa belajar bersama teman" dan mempererat tali persaudaraan”tutur Siti zahra dari kelas 11.1 SMAN 1 Cireunghas

Melalui rangkaian kegiatan ini, kami menargetkan terwujudnya murid yang berkarakter Pancawaluya: cageur (sehat), bageur (berakhlak baik), bener (berintegritas), pinter (cerdas), dan singer (terampil). Pesantren Ekologi 2026 bukan hanya program tahunan, tetapi gerakan pembiasaan menuju sekolah yang religius, berkarakter, dan berbudaya lingkungan. Dengan sinergi seluruh warga sekolah, kami optimis nilai-nilai Pancaniti akan tertanam kuat dalam diri peserta didik dan melahirkan generasi yang menjadi rahmat bagi alam semesta.

Galih Abdul Rohman selaku Ketua Osis SMAN Cireunghas.

“Kegiatan Pesantren Ekologi ini sangat bagus untuk pembentukan karakter siswa/i di SMAN 1 Cireunghas dalam kebersihan, Hemat Energi dan Menanam Pohon. Di SMAN 1 Cireunghas masih banyak dan tidak luput dari membuang sampah sembarangan, lalai dalam penggunaan listrik dan peduli terhadap pohon atau tanaman, dengan adanya kegiatan Pesantren Ekologi ini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa/i SMAN 1 Cireunghas untuk lebih peduli terhadap lingkungan, bijak dalam menggunakan energi dan bijak dalam merawat pohon atau tanaman di lingkungan. Dari pemberian materi atau teori kemudian diimplementasikan ke lingkungan sekolah dan masyarakat. Dalam kegiatan ini dihubungkan dengan asas Pancawaluya, ini memang sangat berhubungan dengan pembentukan karakter. Kemudian ada yang namanya Pancaniti, ini sangat bagus untuk membentuk karakter siswa/i SMAN 1 Cireunghas untuk peduli terhadap lingkungan. Saya harap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan sekali ini saja, tapi seterusnya berjalan demi mewujudkan karakter siswa/i di Jawa Barat menjadi lebih baik. Tutur Galih Abdul Rohman selaku Ketua Osis SMAN Cireunghas.

SMAN 1 Cireunghas berkomitmen dan konsisten terhadap lingkungan. Hal ini diwujudkan dengan Program Asalam (Ada Sampah Langsung Ambil) yang sudah berjalan selama 1 tahun. Program ini tentu saja sebagai wujud bahwa kami mendukung penuh terhadap program dari Disdik Jabar salah satunya Pesantren Ekologi ini.

 

Post a Comment

0 Comments