Onetunejabar.com, Bandung - Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) melalui Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Kedokteran kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) dengan fokus pada penguatan konsep Customer Value Creation di Oetomo Hospital. Kegiatan ini bertujuan mendukung rumah sakit dalam mengembangkan layanan yang lebih responsif, bernilai, dan berorientasi pada pengalaman pasien.
Kegiatan pengmas dilakukan dengan
metode participatory learning, sehingga peserta yang berjumlah 60 orang
terdiri dari kepala unit, supervisor, serta manajer pelayanan dari berbagai
unit Oetomo Hospital tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga
terlibat aktif dalam diskusi, berbagi pengalaman, melakukan analisis kasus,
hingga refleksi bersama terhadap tantangan pelayanan yang mereka hadapi di unit
masing-masing. Keterlibatan peserta yang cukup besar ini menciptakan suasana
pembelajaran yang dinamis dan memungkinkan munculnya beragam perspektif dalam
merumuskan ide-ide perbaikan layanan.
Penyampaian Materi Pelatihan Pentingnya
Customer Value Creation terkait Complaint Handling di Oetomo
Hospital dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) oleh Program
Studi Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Kedokteran UNJANI.
Tahapan kegiatan dimulai dengan melakukan koordinasi intensif antara tim UNJANI dan manajemen Oetomo Hospital. Pada tahap ini, kedua pihak berdiskusi mengenai kondisi pelayanan rumah sakit, tantangan yang sering muncul, serta kebutuhan peningkatan mutu layanan yang dirasakan langsung oleh pasien. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan tentang konsep value-based care dan customer value creation, yaitu pendekatan pelayanan yang menekankan pentingnya memberikan nilai tambah bagi pasien, bukan hanya dari sisi tindakan medis, tetapi juga dari keseluruhan pengalaman mereka selama berada di rumah sakit. Peserta diajak memahami bagaimana setiap proses kecil, seperti komunikasi yang jelas dan alur pelayanan yang tertata, dapat memberikan dampak besar pada kenyamanan pasien.
Berikutnya, peserta mendapatkan
materi mengenai penanganan komplain sebagai bagian dari continuous value
improvement. Dalam sesi ini, mereka belajar bahwa keluhan pasien bukan
semata-mata tanda bahwa layanan sedang bermasalah, tetapi juga bisa menjadi
peluang untuk menciptakan perbaikan yang lebih baik. Melalui contoh-contoh
nyata, peserta memahami konsep service recovery paradox, yaitu situasi
di mana pasien dapat merasa lebih puas ketika masalah yang mereka hadapi
diselesaikan dengan cepat, ramah, dan profesional. Dengan cara ini, keluhan
yang biasanya dianggap negatif justru dapat menjadi langkah awal untuk
membangun kepercayaan dan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.
Tim Pengmas Prodi Administrasi RS
FK Unjani beserta Direktur Oetomo Hospital dan Peserta Pelatihan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
(Pengmas)
Sesi refleksi ini juga berhasil
memunculkan gagasan yang lebih strategis, yaitu pembentukan Internal
Innovation Team di lingkungan Oetomo Hospital. Ide ini muncul dari
kesadaran bahwa peningkatan mutu pelayanan tidak dapat dilakukan secara
individual, tetapi memerlukan tim kecil yang fokus pada pengembangan ide-ide
inovatif secara berkelanjutan. Tim ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak
perubahan, mengawal implementasi perbaikan pelayanan, dan memastikan setiap
inovasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasien. Pendekatan ini terbukti
efektif memperkuat komitmen peserta untuk tidak hanya memahami materi, tetapi
juga menerapkannya dalam bentuk tindakan nyata bagi peningkatan pengalaman
pasien.
Melalui kegiatan ini, UNJANI menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya melalui penguatan kapasitas SDM rumah sakit dalam menciptakan nilai layanan yang lebih unggul dan kompetitif. Program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik pelayanan kesehatan.***
0 Comments