Onetunejabar.com –
Bandung - Kepala Bidang GTK Disdik Jabar, Firman Oktora mengapresiasi
pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia
(AKSI) Jawa Barat kali pertama diadakan di tanah air dengan tema “Model
Kepemimpinan Kepala Sekolah Istimewa” yang dinilai menjadi salah satu cara
mengumpulkan para kepala sekolah untuk memiliki satu perspektif, terutama dalam
membangun karakter di Jawa Barat.
Melalui forum yang diadakan di Balai Besar Guru Tenaga
Kependidikan (BBGTK) Jabar, 13-14 Februari 2026, dan diikuti 110 kepala
sekolah, didorong memiliki semangat yang sama dalam menguatkan pendidikan
karakter Pancawaluya (cageur, bageur, bener, pinter tur singer) di lingkungan
sekolah.
Ia menyampaikan bahwa upaya tersebut bertujuan mewujudkan
peserta didik di sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP, SMA hingga SLB sederajat,
menjadi anak-anak yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Menurutnya seluruh
kepala sekolah diharapkan memiliki satu perspektif dalam membangun budaya
sekolah yang mengandung nilai-nilai spiritual, sosial, dan ekologis sehingga
hubungan sosial siswa berjalan baik serta memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Firman menilai, ketika seluruh sekolah memiliki kesepakatan dan
kesiapan dalam satu perspektif dengan visi yang disampaikan Kang Dedi Mulyadi
(KDM) Gubernur Jabar, maka ke depan akan lahir manusia unggul (maung) dari
dunia pendidikan di Jawa Barat.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang istimewa
saat ini sangat dibutuhkan karena kondisi (era) yang dihadapi tidak lagi biasa.
Menurutnya, kepala
sekolah perlu memiliki satu visi dan spirit yang kuat. Di samping itu,
kemampuan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak juga menjadi kunci,
termasuk membangun kolaborasi pentahelix dengan akademisi, dunia bisnis,
pemerintah, komunitas, hingga media agar seluruh guru memiliki visi yang sama
hingga sampai kepada peserta didik.
Firman juga menjelaskan bahwa pedoman pendidikan karakter
Pancawaluya telah disiapkan, termasuk pelatihan bagi tim pengembang kurikulum
yang saat ini masih terus berlanjut melalui kegiatan In House Training (IHT) di
sekolah-sekolah.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan
selama kegiatan yang dilakukan sejalan dengan visi pembangunan pendidikan
karakter di Jawa Barat.
Menurutnya, kegiatan
Rakerda ini merupakan langkah baik agar para kepala sekolah memiliki satu visi,
satu perspektif, dan semangat yang sama dalam mewujudkan manusia unggul melalui
karakter Pancawaluya.
Sementara itu, Ketua DPD Jabar AKSI, Imam Lubisasono mengatakan
bahwa Rakerda AKSI Jabar yang digelar merupakan bagian dari program
kepengurusan setelah pelantikan pada 19 Desember 2025 oleh Purwanto Kepala
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan
konsolidasi internal sekaligus menyusun program kerja kepengurusan DPD Jawa
Barat periode 2025–2029.
Imam menjelaskan bahwa terdapat empat fokus utama dalam
kepengurusan, yakni konsolidasi organisasi, pengembangan profesionalisme kepala
sekolah, advokasi dan perlindungan profesi, serta kemitraan dan digitalisasi.
Pada aspek konsolidasi organisasi, pihaknya menargetkan
terbentuknya 27 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh kota dan kabupaten di
Jawa Barat dengan kepengurusan lintas jenjang pendidikan negeri swasta, mulai
dari SD, SMP, SMA, SMK, SLB, sekolah yang ada dalam kewenangan Kemendikdasmen,
serta MI, MTs, MA, MAK yang ada di bawah kewenangan Kemenag
Selain itu, AKSI Jabar
juga akan fokus pada peningkatan kompetensi kepala sekolah melalui program
pembekalan serta kemitraan dengan BBGTK dan BBPMP guna meningkatkan
profesionalisme kepala sekolah.
Terkait advokasi, Imam menegaskan bahwa kepala sekolah juga
membutuhkan perlindungan profesi ketika menghadapi berbagai persoalan di
lapangan.
Ia merujuk pada regulasi dari Menteri Pendidikan terkait
perlindungan guru yang di dalamnya juga mencakup kepala sekolah.
Lebih lanjut, pihaknya
akan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan di
Jawa Barat, termasuk BPPMP, DPRD, hingga Kejaksaan.
Di sisi lain, sistem organisasi berbasis digital juga akan
dibangun guna mempermudah pengawasan dan pelaporan dari DPC mengingat luasnya
wilayah Jawa Barat.
Ia berharap, melalui Rakerda ini, para pengurus dan ketua DPC
dapat menjadi role model bagi DPD lainnya di Indonesia serta mampu segera
membentuk kepengurusan di tiap kota dan kabupaten.
Saat ini, DPC yang telah
memiliki SK baru terbentuk di Kabupaten Bandung dan Majalengka, sementara
beberapa daerah lain masih dalam proses kelengkapan administrasi.
Imam menambahkan, AKSI Jawa Barat diharapkan menjadi rumah
pembelajaran bagi para kepala sekolah untuk saling berbagi praktik baik dalam
menghadapi berbagai tantangan di sekolah, mulai dari persoalan bullying, mutasi
dan rotasi guru, hingga pengelolaan anggaran BOS.
“Ketika ada permasalahan-permasalahan itu, nanti kita bisa
sharing dan mencari solusi bersama,” pungkasnya.



.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
0 Comments