Onetunejabar.com Bandung - Gelombang
kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bandung kian menguat, Komunitas Buah
Batu Corps (BBC) secara terbuka menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi
terhadap Wali Kota Bandung, , menyusul polemik penghentian Car Free Day (CFD)
Buah Batu yang dinilai merampas hak publik.
Dalam konferensi pers yang digelar
Sabtu (2/5/2026) di kawasan Buah Batu Regency, BBC melontarkan tudingan keras,
Bandung kini berada dalam kondisi “darurat ruang publik”, istilah ini bukan
sekadar retorik melainkan refleksi dari kebijakan yang dianggap makin membatasi
akses masyarakat terhadap ruang terbuka.
Ketua Umum Komunitas Buah Batu
Corps (BBC), H. Bagus Machdiantoro, didampingi Ketua Antar Lembaga BBC, Syaiful
Ramadhan, menyebut langkah Pemkot Bandung sebagai bentuk “tirani kekuasaan”
yang membungkus pembatasan ruang publik dengan dalih penataan kota.
H. Bagus Machdiantoro,Ketua Umum Komunitas Buah Batu Corps (BBC)
“Ruang publik itu milik warga,
bukan milik elite, tapi hari ini justru berubah jadi ruang eksklusif,” tegas
Bagus Machdiantoro.
Seperti diketahui, CFD Buah Batu
bukan program baru, sejak digagas pada 2011, kegiatan ini telah menjadi denyut
sosial dan ekonomi masyarakat.
Ribuan warga memanfaatkan ruang
tersebut untuk olahraga, interaksi sosial, hingga aktivitas UMKM, tanpa
bergantung pada anggaran pemerintah.
Namun, penghentian CFD Buah Batu
dinilai dilakukan tanpa transparansi dan tanpa pelibatan komunitas yang selama
ini mengelola, BBC menilai kebijakan tersebut ahistoris dan mengabaikan
kontribusi masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal CFD Buah
Batu, ini soal bagaimana Pemerintah Kota Bandung memperlakukan warganya, apakah
sebagai subjek atau sekadar objek kebijakan,” ujar Bagus Machdiantoro.
Kritik BBC tidak berhenti pada CFD
Buah Batu, mereka juga menyoroti kondisi Alun- Alun Bandung yang kini dipagari
dan aksesnya dibatasi.
Menurut Bagus Machdiantoro, pagar
tersebut bukan simbol penataan, melainkan simbol eksklusi,tidak ada alasan
darurat, baik keamanan, ketertiban, maupun konservasi yang cukup kuat untuk
membenarkan pembatasan tersebut, “Kalau ruang publik dipagari, lalu untuk siapa
kota ini dibangun?” ujarnya.
BBC juga mengutip sejumlah regulasi
yang dinilai diabaikan oleh pemerintah kota, di antaranya:
- UU No. 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang yang menjamin akses publik terhadap ruang terbuka
- Ketentuan minimal 30% Ruang
Terbuka Hijau (RTH) publik
- Perda Kota Bandung No. 12 Tahun
2019 yang menegaskan fungsi ruang publik harus tetap terjaga
Bagi BBC, aturan tersebut bukan
sekadar dokumen administratif, melainkan mandat yang harus dijalankan oleh
kepala daerah.
Tak hanya kebijakan, gaya
kepemimpinan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan juga menjadi sasaran kritik, BBC
menilai Walikota Bandung cenderung eksklusif dan tidak membuka ruang dialog
dengan masyarakat.
“Pemimpin itu bapak bagi seluruh
warga, tapi kalau tidak mau mendengar, itu masalah serius,” ujar Bagus
Machdiantoro..
Bagus Machdiantoro bahkan menyebut
pendekatan kepemimpinan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat ini sebagai
“anomali” dan terlalu nyaman dalam lingkaran pemikiran sendiri.
BBC menegaskan bahwa demonstrasi
akan menjadi langkah terakhir jika aspirasi mereka tidak direspons. Sebelumnya,
rencana aksi sempat tertahan setelah adanya intervensi aparat.
Kini, mereka memastikan akan
kembali melayangkan surat kepada Pemkot Bandung. Jika tetap diabaikan, aksi
turun ke jalan tidak bisa dihindari, "Kalau ruang dialog ditutup, maka
jalanan jadi ruang bicara rakyat,” tegas Bagus Machdiantoro.
Berikut Tuntutan BBC:
- Mengembalikan pengelolaan CFD
Buah Batu kepada komunitas BBC
- Membuka kembali akses penuh ruang
publik, termasuk
- Menghentikan kebijakan yang
membatasi partisipasi masyarakat dalam ruang kota
Polemik ini membuka pertanyaan
lebih besar: apakah Kota Bandung sedang bergerak menuju kota yang inklusif,
atau justru kota yang makin eksklusif?
Jawabannya kini bukan hanya di
tangan pemerintah, tetapi juga pada seberapa jauh warga berani mempertahankan
hak atas kotanya sendiri.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


0 Comments