Onetunejabar.com Sukabumi - SMAN 1 Cireunghas Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan kokurikuler kolaborasi bertajuk “Sekolah Asri, Murid Bersemi” sebagai penanda berakhirnya Tahun Pelajaran 2025–2026. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh siswa kelas 10 dan kelas 11 serta menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu tema besar yang kreatif dan edukatif.
Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi dari 17 mata pelajaran yang tengah ditempuh oleh para siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bentuk proyek nyata yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Tema “Sekolah Asri, Murid Bersemi” dipilih sebagai simbol semangat menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, nyaman, bersih, dan mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik. Berbagai hasil karya siswa ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari kreativitas daur ulang, penghijauan lingkungan, pameran edukasi, hingga pertunjukan seni dan budaya yang menggambarkan kepedulian terhadap lingkungan serta semangat kolaborasi antar siswa.
“Kepala SMAN 1 Cireunghas menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis proyek menjadi salah satu metode yang efektif dalam membangun karakter, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta kerja sama siswa. Selain itu, kegiatan kokurikuler ini juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk menyalurkan ide dan inovasi mereka melalui pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan,SMA Negeri Satu Cireungas yang menandai berakhirnya tahun Pelajaran 2025-2026 Program tersebut adalah pembelajaran berbasis proyek yang merupakan kolaborasi 17 mata pelajaran yang tengah ditempuh oleh siswa baik kelas 10 maupun kelas 11 Pembelajaran berbasis proyek kali ini mengusung tema Sekolah Asri Murid Bersemi yang dibagi ke dalam 5 bidang Yang pertama adalah TOGA Tanaman Obat Keluarga yang kami beri nama Katumbiri yang artinya pelangi dan memiliki filosofi keberagaman Hal ini tentu saja sangat cocok dengan beragamnya jenis tanaman obat keluarga dan manfaatnya juga yang berbeda-beda Kemudian yang kedua adalah Biofori yang kami beri nama Napas Bumi yang memiliki arti sebagai salah satu upaya sederhana dalam penyelamatan air Yang ketiga adalah Kompos yang kami beri nama Jagat Resik dengan memiliki filosofi atau memiliki makna bahwa jagat resik adalah simbol kesadaran bahwa sampah bukan akhir tapi merupakan awal kehidupan baru bagi tanah Yang keempat adalah Taman Kelas yang kami beri nama Kidung Hijau sebuah harmoni alam yang menghadirkan ketenangan kenyamanan dan inspirasi belajar atau tempat siswa tumbuh bersama alam Yang kelima adalah Balenyalse nama untuk bidang toilet yang memiliki filosofi ruang tempat membersihkan diri tempat menjaga kebersihan dan martabat diri Itulah program pembelajaran berbasis proyek tahun ini yang tengah dilaksanakan oleh SMA Negeri 1 Cireungas dari akhir bulan April sampai dengan pertengahan bulan Mei Mudah-mudahan program ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lainnya” tutur Ernawati S,Pd M,Pd selaku kepala sekolah SMAN 1 Cireunghas
“Kegiatan kokurikuler SMS Negeri 1 Cireungas ini merupakan langkah strategi satuan pendidikan untuk menyelaraskan kurikulum nasional dengan penguatan nilai-nilai karakter pancawaluya yang ada di Jawa Barat yaitu cager, bager, bener, pinter, tursinger.Melalui inquiry kolaboratif, 17 mata pelajaran ini kami rancang dengan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam atau deep learning, di mana pembelajarannya bersifat bermakna, berkesadaran, dan juga menggembirakan.Kemudian melalui kegiatan kokurikuler ini, para murid diberikan tantangan nyata untuk memecahkan permasalahan-permasalahan kontekstual yang ada di ekosistem lingkungan sekitar mereka. Tutur Tefiana Ramdhani, S.Pd. selaku waka kurikulum
Antusiasme siswa terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka terlibat langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga presentasi hasil proyek yang telah dibuat bersama kelompok masing-masing. Tidak hanya siswa, para guru dari 17 mata pelajaran juga turut mendampingi dan memberikan arahan sehingga kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan.
"Projek TOGA ini benar-benar menghidupkan kembali lahan-lahan kosong di sekolah. Saya bangga melihat anak-anak yang awalnya takut kotor, sekarang justru paling semangat membawa pupuk kompos dari rumah. Lewat projek ini, karakter gotong royong dan kepedulian mereka terhadap kelestarian alam lingkungan sekitar terekspresi dengan sangat baik." Tutur Lia Nurlia, SE., S.Pd selaku Guru
“Kegiatan kokurikuler yang kami beri beri tema "Bale Nyalse" sukses membentuk karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan pada murid. Mereka tidak hanya belajar cara membersihkan fisik toilet secara benar, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap fasilitas bersama. Toilet yang bersih, nyaman dan sehat mencerminkan budaya sekolah yang sehat. Tutur Junaedi Habibillah, S.Pd selaku guru
Melalui kegiatan “Sekolah Asri, Murid Bersemi”, SMAN 1 Cireunghas berharap mampu menciptakan budaya belajar yang lebih inovatif, kolaboratif, dan peduli lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi akhir tahun pelajaran sekaligus motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkembang, berprestasi, dan menjaga lingkungan sekolah agar tetap asri dan nyaman bagi generasi penerus bangsa.
“Selama mengikuti project kokurikuler ini, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat. Setiap kegiatan memiliki makna dan pembelajaran tersendiri yang membuat saya lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.Pada project Kompos “Jagat Resik”, saya belajar bagaimana mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Dari kegiatan ini, saya memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi limbah rumah tangga.Melalui project tanaman Toga “KATUMBIRI”, saya mengetahui berbagai jenis tanaman obat beserta manfaatnya bagi kesehatan. Kegiatan ini juga mengajarkan saya cara merawat tanaman dengan baik serta menumbuhkan rasa cinta terhadap alam. Tutur Rahma Aquina Muhtar, siswi dari kelas 10. SMAN 1 Cireunghas
Muhamad Abdul Latif selaku siswa SMAN 1 Cireunghas.
“"project ko-kulikuler ini menurut saya seru bangettt! di project ini kami siswa/i diajarkan beberapa ilmu yang sebelumnya menurut kami itu kurang menarik contohnya kelas saya membuat biopori dilingkungan sekolah. Yang awalnya saya pikir biasa aja tapi ternyata prosesnya sangat menyenangkan dan penuh pembelajaran dan saya juga belajar membuat makalah yang baik dan benar mulai dari menyusun laporan sampai presentasi semuanya jadi pengalaman baru yang sangat berharga bagi saya. Tutur Muhamad Abdul Latif selaku siswa SMAN 1 Cireunghas.








0 Comments