Onetunejabar.com- Bandung – PT Yamaha Indonesia Motor
Manufacturing (YIMM) melalui Main Dealer DDS2 Jawa Barat menggelar seleksi
peserta Yamaha Engineering School (YES) Angkatan ke-19 di SMK ICB Cinta
Teknika, Bandung, Rabu (22/7/2026).
Program yang merupakan bagian dari
Corporate Social Responsibility (CSR) Yamaha tersebut ditujukan bagi lulusan
SMK maupun SMA sederajat untuk mendapatkan pelatihan teknis secara gratis
selama 4,5 bulan agar memiliki kompetensi sesuai standar industri dan siap
bekerja di jaringan bengkel resmi Yamaha.
Koordinator Departemen Edukasi dan
Technical Warranty DDS2 Jawa Barat, Tri Cahyo, mengatakan penyelenggaraan YES
di Jawa Barat telah memasuki angkatan ke-19 sejak pertama kali dimulai pada
2007.
"Untuk kesempatan kali ini
memang kami sedang menyelenggarakan aktivitas seleksi untuk Yamaha Engineering
School (YES) angkatan ke-19 di DDS2 Jawa Barat."
"Jadi DDS2 Jawa Barat sendiri
ini sudah masuk angkatan ke-19. Angkatan pertamanya tahun 2007 dan kebetulan
untuk di tahun ini, di tahun 2026 kami akan laksanakan tiga angkatan sekaligus.
Jadi angkatan ke-18 sudah berjalan dan minggu depan sudah kelulusan. Ini
rekrutmen angkatan ke-19 ditambah satu angkatan pertama nanti untuk yang di
Cirebon," jelas Tri, di SMK ICB Cinta Teknika, Jalan Atlas Tengah No 2,
Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, Yamaha Engineering
School merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk meningkatkan
kompetensi lulusan SMK maupun SMA sederajat agar memiliki keahlian yang
spesifik sesuai kebutuhan Yamaha.
"YES itu sebenarnya lebih ke
CSR kami, Corporate Social Responsibility YIMM kepada adik-adik lulusan SMK
atau SMA sederajat. Kami pengennya adik-adik dari SMK khususnya atau SMA pada
umumnya punya keahlian yang spesifik di YIMM. Makanya kami adakan pelatihan
selama kurang lebih 4,5 bulan ke depan dan itu totally semua gratis."
"Tidak ada lagi biaya apa pun,
termasuk praktik, seragam dan peralatan semuanya di-cover oleh Yamaga, kecuali
akomodasi mereka saja. Harapannya setelah mereka lulus benar-benar siap kerja
sesuai dengan yang kami inginkan di bengkel resmi kami. Jadi spesifikasinya
sudah spesifikasi industri."
Tri menjelaskan, pembukaan YES
Angkatan ke-19 Bandung dijadwalkan pada 13 Agustus 2026, sedangkan YES Angkatan
pertama Cirebon dibuka pada 14 Agustus 2026.
Pelaksanaan seleksi digelar bekerja
sama dengan sekolah-sekolah binaan Yamaha. SMK ICB Cinta Teknika dipilih
sebagai lokasi seleksi karena menjadi satu-satunya SMK binaan Yamaha
berpredikat Grade A di wilayah Bandung Raya.
"Kenapa kami pilih di ICB,
karena memang ini salah satu SMK binaan kami yang grade-nya sudah A. Untuk di
Bandung Raya ini satu-satunya. Total di Jawa Barat kami punya enam SMK kerja
sama yang sudah grade A, tapi untuk wilayah Bandung Raya hanya SMK ICB. Makanya
kami pilih di sini."
Meski seleksi berlangsung di SMK
ICB Cinta Teknika, pelatihan nantinya dilaksanakan di Flagship Shop Yamaha di
Jalan Soekarno-Hatta Nomor 474, Bandung, selama 4,5 bulan.
Tri mengatakan peserta seleksi di
Bandung berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, di antaranya Bandung Raya,
Garut, Sumedang, hingga Karawang. Sementara peserta dari wilayah Cirebon hingga
Ciamis akan mengikuti seleksi dan pelatihan di Cirebon.
Untuk pelaksanaan di Cirebon,
Yamaha memiliki training center di SMK Muhammadiyah Lemahabang.
"Yang Cirebon kebetulan
training center kita ada di SMK Muhammadiyah Lemahabang selama 4,5 bulan. Kami
punya training center khusus milik Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, tetapi
secara tempat memang bekerja sama dengan SMK."
Pada angkatan kali ini, Yamaha
menargetkan maksimal 24 peserta untuk Bandung dan 15 peserta untuk Cirebon.
Seleksi di Cirebon dijadwalkan berlangsung sehari setelah pelaksanaan seleksi
di Bandung.
"Kalau materi tesnya secara
umum psikotes, karena kita ingin melihat calon siswa selain kemampuan
akademiknya juga knowledge dan attitude-nya. Kemudian ada tes kemampuan
akademik, matematika dasar, fisika dasar, motor bakar tetap ada. Kemudian tes buta
warna karena nanti akan berhubungan dengan sepeda motor teknikal. Terakhir
interview, lebih nonteknis dan melihat attitude," kata Tri.
Selama mengikuti pendidikan,
peserta tidak hanya memperoleh teori di kelas, tetapi juga praktik langsung di
bengkel resmi Yamaha.
"Untuk 4,5 bulan itu yang
paling lama satu bulan sampai satu bulan setengah praktik kerja langsung di
bengkel resmi yang kami tunjuk. Jadi mereka tidak cuma tahu secara teori di
training center, tetapi benar-benar kerja di bengkel resmi. Selain teori dan
praktik, ada materi dari vendor-vendor Yamaha, kewirausahaan, penanganan
limbah, dan segala macam yang berhubungan dengan bisnis bengkel. Yang terakhir
ada factory visit supaya mereka tahu bagaimana pembuatan motor Yamaha,"
katanya.
Di akhir program, Yamaha juga
membuka peluang rekrutmen langsung bagi para lulusan YES.
"Kalau dari YES, umumnya pada
saat penutupan kami akan panggil perwakilan grup-grup dealer. Langsung seleksi
di tempat untuk yang khusus YES," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMK ICB Cinta
Teknika Bandung, Sugiyo, S.Sos., M.M., mengapresiasi kepercayaan Yamaha yang
kembali menjadikan sekolahnya sebagai lokasi seleksi Yamaha Engineering School.
"Saya mengapresiasi kegiatan
perekrutan Yamaha Engineering School di SMK ICB Cinta Teknika. Karena memang
sebagai SMK binaan Yamaha Grade A, kami bisa menunjukkan bahwa kita layak
dijadikan tempat seleksi," kata Giyo, akrab disapa.
Ia mengungkapkan tidak ada siswa
SMK ICB yang mengikuti seleksi kali ini karena seluruh siswa Kelas Khusus
Yamaha (KKY) telah terserap ke dunia kerja.
"Karena kelas khusus Yamaha
SMK ICB siswanya terbatas dan sudah sold out. Tidak ada dari Cinta Teknika yang
ikut kegiatan ini. Justru sekolah-sekolah lain dari Garut, Purwasuka
(Purwakarta, Subang dan Karawang), dan Bandung. Ada juga yang binaan kami, ada
juga yang bukan binaan kami yang punya jurusan TSM ikut seleksi ini. Kalau dari
ICB tidak ada yang ikut karena yang Yamaha-nya sudah langsung terproses semua.
Tinggal satu orang yang masih ragu-ragu mau kerja atau kuliah," kata Giyo.
Ia menilai kegiatan tersebut
memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus memperkuat kerja sama yang telah
terjalin dengan Yamaha.
"Alhamdulillah. Dengan Yamaha
sudah cukup banyak kita bekerja sama dan cukup baik hubungannya. Selalu ada
sesuatu yang betul-betul menguntungkan kita semua. Sebagai tuan rumah kita juga
merasa diuntungkan karena mereka makin tahu SMK ICB Cinta Teknika. Yamaha juga mudah
karena membutuhkan area yang luas untuk seleksi dan kita ada itu,"
katanya.
Dirinya berharap Yamaha mendapatkan
calon peserta terbaik yang memenuhi standar perusahaan serta semakin banyak
siswa di luar kelas khusus Yamaha yang tertarik mengikuti program tersebut.
"Harapannya hari ini dari
peserta yang mengikuti tes, Yamaha memiliki calon siswa yang sesuai dengan
standar. Ke depannya mudah-mudahan anak-anak kami yang bukan kelas khusus
Yamaha mau ikut seleksi."
.jpeg)
.jpeg)



0 Comments