Pengmas UNJANI Bekali SDM Rumkit Dustira Hadapi Transformasi Layanan Digital

onetunejabar,com - Cimahi – Program Studi Administrasi Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk “Membangun Digital Leadership dalam Menghadapi Transformasi Layanan Kesehatan Digital” di Aula Sambiloto, Rumah Sakit Tingkat II Dustira, Cimahi, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti oleh 44 peserta dari berbagai unsur di lingkungan Rumkit Tk. II Dustira, meliputi pimpinan unit, tenaga kesehatan yang memiliki peran koordinatif, tenaga manajemen, kepala instalasi, kepala ruangan, koordinator pelayanan, serta staf yang terlibat dalam pengelolaan pelayanan dan pengambilan keputusan operasional.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. dr. Nur Pudyastuti Pratiwi, MM.RS., FIHFAA., CHRO, selaku Ketua Pengmas sekaligus narasumber internal Unjani, serta dr. Jimmy Agung Pambudi, MARS., Direktur RSJP Paramartha. Sementara itu, jalannya sesi materi dan diskusi dimoderatori oleh Theresia Marditama, S.E., M.M., CHRO., FIHFAA.

Tim Pengmas Prodi Administrasi Rumah Sakit FK UNJANI, narasumber, moderator, dan peserta kegiatan “Membangun Digital Leadership dalam Menghadapi Transformasi Layanan Kesehatan Digital” di Rumkit Tk. II Dustira, Cimahi, Rabu (5/8/2026)

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kesiapan sumber daya manusia rumah sakit dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin luas dalam pelayanan kesehatan. Transformasi digital tidak hanya membutuhkan kesiapan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga kepemimpinan yang mampu mengarahkan perubahan, membangun kesiapan SDM, serta mendorong budaya kerja yang adaptif dan inovatif.

Dalam pemaparannya, Dr. dr. Nur Pudyastuti Pratiwi, MM.RS., FIHFAA., CHRO membahas konsep digital leadership dan pentingnya peran pemimpin dalam menghadapi transformasi layanan kesehatan. Pemimpin di era digital tidak hanya dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga perlu memiliki visi transformasi digital, mampu mengelola perubahan, membangun kesiapan SDM, mendorong inovasi dan kolaborasi, serta memanfaatkan data dalam mendukung pengambilan keputusan.

Ketua Pengmas sekaligus narasumber internal Unjani, Dr. dr. Nur Pudyastuti Pratiwi, MM.RS., FIHFAA., CHRO menyampaikan materi mengenai digital leadership dalam menghadapi transformasi layanan kesehatan digital.

Pembahasan juga diarahkan pada tantangan yang dapat muncul dalam proses transformasi digital rumah sakit, termasuk resistensi terhadap perubahan. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan memiliki peran penting dalam memberikan arah yang jelas, membangun komunikasi dengan pegawai, meningkatkan kompetensi digital, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung proses adaptasi terhadap sistem dan teknologi baru.

Sementara itu, dr. Jimmy Agung Pambudi, MARS., sebagai narasumber kedua, memberikan penguatan materi mengenai transformasi layanan kesehatan digital dari perspektif kepemimpinan dan pengelolaan rumah sakit. Kehadiran praktisi rumah sakit dalam kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat penerapan digital leadership dalam konteks pengelolaan organisasi pelayanan kesehatan.

Penyerahan plakat kepada narasumber eksternal praktisi dr. Jimmy Agung Pambudi, MARS., Direktur RSJP Paramartha yang disampaikan oleh Sekretaris Prodi Administrasi RS FK Unjani.

Materi kegiatan turut membahas perkembangan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanan kesehatan. Peserta diajak memahami bahwa implementasi AI dan berbagai inovasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi, tetapi membutuhkan kesiapan organisasi dari aspek SDM, proses kerja, tata kelola, serta kepemimpinan. Salah satu inovasi yang menjadi bagian dari pembahasan adalah Medical Assessment AI sebagai bentuk perkembangan teknologi yang dapat mendukung transformasi pelayanan kesehatan.

Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara partisipatif melalui diskusi interaktif yang dipandu oleh moderator Theresia Marditama, S.E., M.M., CHRO., FIHFAA. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, pandangan, maupun tantangan yang ditemui dalam menghadapi perkembangan teknologi digital di lingkungan kerja masing-masing.

Moderator Theresia Marditama, S.E., M.M., CHRO., FIHFAA. memandu sesi diskusi interaktif bersama narasumber dan peserta kegiatan Pengmas Digital Leadership.

 Diskusi menjadi bagian penting dalam kegiatan karena membantu peserta menghubungkan konsep digital leadership dengan kondisi nyata di rumah sakit. Berbagai profesi dan unit kerja memiliki tantangan yang berbeda dalam menghadapi transformasi digital, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi dan menyatukan kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan.

Keterlibatan 44 peserta dari berbagai unsur rumah sakit juga menunjukkan pentingnya pendekatan lintas profesi dan lintas unit dalam transformasi digital. Kepemimpinan pada tingkat unit kerja memiliki posisi strategis dalam membantu pegawai beradaptasi terhadap perubahan sistem, mengurangi resistensi, serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep digital leadership, tetapi juga mampu menerapkannya sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing. Penguatan kapasitas pimpinan dan tenaga rumah sakit diharapkan dapat mendukung transformasi digital yang tidak semata-mata berorientasi pada adopsi teknologi, tetapi juga memperhatikan kesiapan manusia, proses kerja, dan budaya organisasi.

Suasana diskusi pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Administrasi Rumah Sakit FK UNJANI dalam penguatan digital leadership bagi SDM Rumkit Tk. II Dustira.

Kegiatan Pengmas ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi keilmuan Program Studi Administrasi Rumah Sakit FK UNJANI, khususnya dalam bidang manajemen sumber daya manusia rumah sakit dan digital leadership. Kegiatan juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan rumah sakit dalam meningkatkan kapasitas SDM menghadapi perubahan pelayanan kesehatan yang semakin terdigitalisasi.

Ke depan, penguatan digital leadership diharapkan dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kesiapan organisasi, memperkuat kemampuan adaptasi SDM, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan berbasis teknologi di Rumah Sakit Tingkat II Dustira. ***

Post a Comment

0 Comments