Onetunejabar.com
- Cimahi - SMAN 2 Cimahi terus
berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan
berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Salah satu langkah yang
kini diterapkan adalah program pembatasan penggunaan gawai (gadget) bagi
seluruh siswa. Kebijakan tersebut diawali kepada peserta didik kelas X dan
secara bertahap direalisasikan pula untuk siswa kelas XI dan XII sebagai bagian
dari upaya membangun budaya belajar yang lebih fokus, disiplin, dan produktif
di lingkungan sekolah.
Selain kebijakan pembatasan gawai,
SMAN 2 Cimahi juga memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka melalui kegiatan
kokurikuler yang dipadukan dengan pembiasaan karakter. Waktu pembiasaan yang
sebelumnya berlangsung selama 15 menit kini ditingkatkan menjadi 30 menit
setiap hari. Penambahan waktu tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan
nilai-nilai positif melalui berbagai aktivitas, seperti literasi, refleksi,
pembinaan karakter, serta penguatan budaya sekolah yang selaras dengan visi
pendidikan di Jawa Barat.
“Untuk
kurikulum sendiri kita melanjutkan kurikulum seperti tahun kemarin yaitu
kurikulum merdeka mungkin ada sedikit perubahan yaitu lebih menekankan ke
kurikuler asalnya pembiasaan pebelajaran awalnya 15 menit sekarang ditambah
dengan 30 menit supaya kedepannya minimal ada 3 faktor yang dikejar yaitu 8 thropy
lulusan,7 kebiasaan anak indonesia hebat dan nilai pancawaluya lebih utama
sehingga lulusan siswa SMAN 2 Cimahi ini akanmemilki 3 profil ini “ tutur Rahmat
Sulaeman, S.Pd., Gr. Selaku staf kurikulum SMAN 2 Cimahi.
Melalui program tersebut, sekolah
menargetkan tercapainya tiga aspek utama dalam pengembangan peserta didik.
Pertama, mendorong lahirnya lulusan yang memiliki 8
Trophy Lulusan, yaitu kompetensi yang mencerminkan keunggulan
akademik, karakter, kepemimpinan, dan keterampilan abad ke-21. Kedua,
membiasakan penerapan 7 Kebiasaan Anak
Indonesia Hebat sebagai fondasi pembentukan karakter positif
dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, menginternalisasikan nilai-nilai Pancawaluya, yakni mencetak generasi yang cageur,
bageur, bener, pinter, dan singer sebagai identitas
pelajar Jawa Barat.
“Program
terbaru yang diterapakan oleh Gubernur dan disdik dengan pancawaluya didalamnya
siswa itu harus cageur,
bageur, bener, pinter, dan singer sebagai identitas
pelajar Jawa Barat. Sehingga disosialisasikan di SMAN 2 Cimahi dengan program
baru yaitu pembatasan gawai sudah melaksanakan pertama masuk sekolah untuk
kelas 10 11 dan 12 mungkin ada kendala dalam teknik pengumpulannya akan tetapi
dengan kerjasama yang baik antar guru dan siswa berjalan lancar,dengan awal
pembelajaran masuk pertama maka gawai dikumpulkan dengan guru mata pelajaran jam
pertama sehingga terbantu,antusias siswa dan siswi dengan aturan ini maka siswa
banyak yg protes tetapi dijelasin dengan baik maka siswa pun akhirnya mengerti
dan nurut,bahkan orang tua pun sangat mendukung dan kalau pun ada keadaan
darurat pada siswa maka harus menghubungi walikelasnya”tutur Encep Sutisna,S.Pd
Wakasek Kesiswaan.
Pihak SMAN 2 Cimahi berharap program
pembatasan gawai yang diimbangi dengan penguatan pembiasaan karakter ini mampu
menciptakan suasana belajar yang lebih berkualitas sekaligus membentuk generasi
yang unggul secara akademik maupun berakhlak mulia. Dengan kolaborasi antara
sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik, kebijakan ini diharapkan menjadi
langkah nyata dalam mewujudkan lulusan yang adaptif, berkarakter kuat, serta
siap menghadapi tantangan masa depan.


.jpeg)

0 Comments