Onetuenjabar.com - Surabaya,– BPJS Kesehatan terus
mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta JKN melalui Customer
eXcellence 126 (CX126), yang dirancang untuk mengukur implementasi customer
excellence di 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Selain itu, juga
mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat menjadi pembelajaran dan diterapkan
secara lebih luas.
Direktur Utama BPJS Kesehatan,
Prihati Pujo Waskito, mengatakan bahwa perkembangan ekspektasi masyarakat
terhadap pelayanan publik membuat pengalaman peserta menjadi bagian penting
dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik. Baginya di era keterbukaan
informasi, customer experience adalah pilar utama pembentuk reputasi dan
kepercayaan publik, Jumat (4/9).
"Oleh karena itu, kita harus adaptif dalam memahami ekspektasi peserta
serta tanggap memberikan solusi. Peserta tidak hanya membutuhkan layanan yang
dapat diakses, tetapi juga kepastian informasi dan kualitas pelayanan yang
konsisten, baik ketika berinteraksi melalui Kantor Cabang maupun kanal layanan
seperti Care Center 165, Mobile JKN, PANDAWA, dan kanal digital lainnya,” kata
Pujo.
CX126 menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk membangun standar pelayanan
yang berorientasi pada prinsip Mudah, Cepat, Setara, dan Solutif. Menurut Pujo,
CX126 tidak sekadar mencari Kantor Cabang dengan performa terbaik, tetapi juga
melihat faktor yang membentuk keunggulan pelayanan agar dapat direplikasi di
Kantor Cabang lainnya.
“Keberhasilan di satu Kantor Cabang harus menjadi inspirasi bagi Kantor Cabang
lainnya. Best practice yang telah teruji harus kita replikasi, sehingga
pelayanan terbaik menjadi standar kolektif kita bersama,” ujar Pujo.
Pujo menjelaskan, CX126 menggunakan pendekatan penilaian
yang komprehensif melalui delapan pilar, yaitu Customer Experience, Operational
Performance, Digital Maturity, Governance, Risk Management, Stakeholder
Engagement, People Excellence, dan Organizational Culture. Selain itu,
penilaian juga melibatkan Voice of Customer untuk memastikan pengalaman peserta
menjadi bagian dari pengukuran kualitas pelayanan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus
Adrianto Passat, menyatakan bahwa kualitas pelayanan merupakan wujud nyata
kehadiran Program JKN yang langsung dirasakan oleh peserta. Menurutnya,
kemudahan akses, kejelasan informasi, keamanan proses, serta kepastian solusi
akan menentukan pengalaman peserta sekaligus membangun kepercayaan terhadap
Program JKN.
“Pelayanan unggul hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur bergerak dalam
satu arah, bekerja dengan standar yang sama, serta menempatkan kebutuhan
peserta sebagai orientasi utama. CX126 perlu ditempatkan sebagai bagian dari
proses pembelajaran dan perbaikan organisasi yang berkelanjutan,” tegas
Stevanus.
Hasil asesmen tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi perlu
diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang konkret, terukur, dan dapat
dipantau keberlanjutannya. Stevanus mengatakan bahwa melalui CX126, BPJS
Kesehatan mendorong agar praktik pelayanan terbaik dapat direplikasi dan
menjadi standar bersama di seluruh Kantor Cabang.
"Dengan demikian, keberhasilan Program JKN tidak hanya dilihat dari
capaian masing-masing Kantor Cabang, tetapi dari kemampuan organisasi
menghadirkan pengalaman pelayanan yang semakin konsisten bagi seluruh peserta
JKN. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika setiap peserta JKN, di
mana pun berada, merasakan layanan yang semakin mudah, cepat, setara, dan dapat
diandalkan,” kata Stevanus.
Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto,
menambahkan, keunggulan pelayanan tidak ditentukan oleh besar kecilnya Kantor
Cabang, lokasi, maupun tingkat tantangan yang dihadapi. Keunggulan lahir ketika
kepemimpinan, proses, teknologi, sumber daya manusia, dan budaya pelayanan
bergerak dalam satu arah.

0 Comments